Benarkah bahwa HAARP membuat sebuah Mesin pembuat Gempa ?

0
824
views
Image By Realities Watch
Image By Realities Watch

Tahukah kalian bahwa ada sebuah Konspirasi tentang Mesin pengendali cuaca dan bisa membuat gempa ? Konspirasi ini sudah lama memang, dan kembali mencuat ke permukaan setelah dihubungkan dengan insiden Tsunami di Aceh pada tahun 2004. Berhubung baru-baru ini terjadi insiden gempa di daerah Lebak, Banten. Maka Penulis ingin kembali membahas tentang Konspirasi yang satu ini.

Dulu pada tahun 1998 Amerika membuat sebuah Projek bernama HAARP (High Frequency Active Auroral) dan banyak yang curiga bahwa tujuan projek itu untuk membuat sebuah mesin gempa bumi. Mesin yang dikembangkan menurut konsep dari Ilmuan Nikola Tesla tersebut dipercaya bertanggung jawab terhadap beberapa bencana di Seluruh dunia. Berikut rincian kejadiannya :

  • Gempa bumi 7,8 Skala Richter di Sichuan China 12 Mei 2008
  • Gempa bumi 7,0 Skala Richter di Haiti 12 Januari 2010
  • Gempa bumi 9,3 skala Richter di Aceh pada tahun 2004

Berita ini semakin gencar setelah Presiden Venezuela “Hugo Chavez” menuduh Amerika atas Gempa yang terjadi di Haiti. Dia menyatakan bahwa Amerika sedang menguji Mesin Gempa mereka yang sedang dikerjakan projek HAARP. Selain bisa membuat gempa, mesin ini juga bisa mengubah Iklim menjadi ekstrim dan tak terduga.

Situs Web Press TV juga mendapat informasi dari pangkalan Angkatan Laut Russia bahwa gempa bumi di Haiti bukan bencana alam, melainkan uji coba senjata:pemicu gempa”. Bahkan, tersebar berita pada 9 Januari 2010, uji coba yang sama mengakibatkan gempa sebesar 6,5 SR di dekat Kota Eureka, California, AS, tak ada yang tewas dalam insiden ini, namun sejumlah bangunan dilaporkan rusak.
Salah seorang pakar dari Phillips Geophysics Lab yang ambil bagian dalam projek HAARP pernah mengungkapkan adanya riset yang diarahkan untuk menciptakan perangkat pemicu bencana alam. Menurutnya, AS pernah menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi sangat rendah (extremely low frequency, ELF) yang mampu menembus lapisan tanah dan lautan hingga ratusan kilometer di dalam perut bumi. Melalui modifikasi khusus, gelombang itu mampu menggerakkan lempeng tektonik bumi.

Image By Adn
Image By Adn

Kontroversi HAARP sebagai senjata telah muncul sejak 1996 lewat sebuah buku Angels Dont Play This HAARP Advances in Tesla Technology yang ditulis Dr. Nick Begich, Jr. dan Jeane Manning. Buku ini merupakan hasil dari proses pencarian kebenaran mereka tentang projek Pentagon yang dibangun secara diam-diam.

Sahabat anehdidunia.com projek senilai 30 juta dolar AS ini secara “halus” dinamai HAARP yang dibuat untuk menembakkan lebih dari 1,7 gigawatt daya radiasi ke ionosfer. Secara sederhana, peralatan ini kebalikan dari teleskop radio, hanya mentransmisikan bukan menerima. Ini akan mendidihkan bagian atas atmosfer. Setelah memanasi dan mengganggu ionosfer, radiasi tinggi akan memantul kembali ke bumi dalam bentuk gelombang panjang menembus tubuh kita, tanah, dan lautan.
Pembuatan senjata semacam ini memang telah diprediksi sebelumnya. Mantan penasihat keamanan Gedung Putih Zbigniew Brzezinski dalam bukunya “Between Two Ages,” menulis, “teknologi akan menyediakan teknik untuk melakukan peperangan rahasia yang hanya membutuhkan sedikit pasukan, seperti teknik memodifikasi cuaca yang dapat menimbulkan badai yang berkepanjangan.” Keberadaan senjata jenis ekologi bukanlah fiksi ilmiah. Seorang pakar kesehatan dan lingkungan bernama Dr.

Rosalie Bertell mengonfirmasi bahwa militer AS sedang mengerjakan sebuah sistem pengatur cuaca sebagai senjata potensial. Metodenya termasuk mengendalikan badai dan mengatur arah penguapan air di atmosfer bumi untuk menghasilkan banjir di tempat tertentu. Dugaan ini pun diperkuat Marc Fil-terman, mantan pejabat militer Prancis yang mengatakan AS telah memiliki teknologi untuk memanipulasi frekuensi radio untuk melepaskan kondisi cuaca tertentu seperti badai dan topan.

HAARP adalah sebuah projek bersama antara Angkatan Laut AS, Angkatan Udara AS, DARPA (Defence Advance Research Project Agency), dan Universitas Alaska. Projek ini dimulai pada 1993 dan diproyeksikan selama 20 tahun. Fasilitas ini menempati sisi barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias di Gakona, Alaska.

Tujuan resminya untuk mengetahui, menyimulasikan, dan mengontrol proses ionosferik yang akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan telekomunikasi dan pengintaian. Seperti ditulis situs resminya, www.haarp.alaska.edu, perangkat utama yang ada di stasiun HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), sebuah pemancar radio dengan daya dan frekuensi tinggi yang dilengkapi sebanyak 180 antena, rangkaian ini menempati areal seluas 13 hektare.

Image By Liberal Darkness
Image By Liberal Darkness

Ketika diaktifkan, sistem pemancar ini mampu mengirimkan total energi hingga 3,6 juta watt, sinyal ini kemudian akan dipancarkan lewat serangkaian antene langsung menuju ketinggian 100 – 350 km pada volume kecil ionosfer yang memiliki ketebalan beberapa ratus meter dan diameter 10 km.

Lonosfer adalah lapisan yang mengelilingi atmosfer bumi bagian atas, lapisan bermuatan listrik tempat cuaca dan iklimberproses. Intensitas gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang dipancarkan ke ionosfer ini mencapai 3 mikro-watt/cm persegi. Gangguan kecil akan dihasilkan yang kemudian akan diamati oleh instrumen sains yang terpasang di fasilitas HAARP. Hasil pengamatan ini akan memberi informasi baru untuk memahami proses alamiah ionosfer.

Sangat tidak bisa dipikir dengan logika memang, dan tidak ada yang tau pula apa alasan dibalik pembuatan mesin ini. Tapi satu hal yang pasti bahwa tidak ada bukti yang kuat atas semua tuduhan terhadap Amerika. Mungkin saja ini hanyalah berita hoax yang dibuat orang tak bertanggung jawab, karena sampai saat ini projek HAARP masih menjadi kontroversi.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menimbulkan rasa panik atau ada unsur penuduhan ya. Karena menurut penulis, hal hal semacam ini terkadang memang menarik untuk dibahas. Selain HAARP masih banyak Konspirasi lain seperti Blue Beam Project misalnya, lain kali akan saya bahas. Oke , terima kasih untuk pembaca semoga artikelnya bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya 😀 .
*Isi dari artikel ini , beberapa ada yang dikutip dari beberapa sumber seperti Wikipedia, anehdidunia, dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here